Cinta sejati tak butuh nama
tak butuh wujud fisik
tak butuh kata-kata manis
tak butuh tempat

Cinta sejati tak butuh nama
tak butuh wujud fisik
tak butuh kata-kata manis
tak butuh tempat
Kamu ingat… kita pernah membicarakan lagu ini?
sebagai lagu pengiring saat kita bercinta
bercinta dengan kata-kata dan bayangan
bercinta dengan kedamaian yang menyelimuti hangat dunia kita
dunia tak kasatmata
.
.
canda terlontarkan seperti dulu
mengharapkan kehangatan akan kembali
yang ada hanya membuka luka lama
yang terlihat dalam buah tidurku
.
.
Kau tidak memandangku sama sekali
padahal kau ada di sana
bersama teman-teman kita
dan akupun menarik diri
.
.
aku tidak berhak apa-apa atas dirimu
kecuali segenggam kenangan dalam jemari hati
yang masih tersimpan rapi dalam ruang hatiku
di salah satu bilik terkunci, gelap dan dingin
.
.
“Jangan takut sayang …masih ada kenangan itu.
you can live with it, surely”
(Akibat membaca tulisanmu malam tadi)
MyDearOwl
Tadi tak sengaja kubuka sebuah laman
berisi berderet angka yang biasa kuputar
nomor-nomor penyingkatan khusus
untuk mencapai orang-orang di belahan dunia lain
Tahukah kamu aku berterima kasih pada mimpi?
Tadi malam dia datang lagi padaku
dan dia mengambil wujud kamu
.
.
aku rindukan lagu itu
yang menyatakan “Tak bisa tersenyum tanpamu”
dan aku rindukan tulisan itu
yang menyatakan “di mana pun kamu berada…senyumlah”
.
.
di manakah kamu
ketika kupanggil namamu
dalam keremangan malam
dalam dengung pesawat yang menderu
dalam dingin yang tidak ramah
dalam kegalauan hati saat itu
.
.
Tuhan terima kasih
Kasihku terima kasih
aku masih menyimpan air mata
air mata bahagia
atas hadiah yang kau berikan
berupa perjumpaan kita